4 Tips Menabung Efektif

4 Tips Menabung Efektif

4 Tips Menabung Efektif – Perkembangan ekonomi Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi 2 tahun terakhir menjadi pemicu resesi atau penurunan ekonomi Tanah Air, termasuk pada beberapa negara lain. Tips menabung bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki perilaku konsumtif.

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : alex-bootlegger

Menabung adalah salah satu cara dalam pengolahan keuangan yang bertujuan untuk meyiapkan dana cadangan untuk masa depan. Tabungan juga berperan untuk menjamin kestabilan keuangan anda jika mengalami hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari. Secara tidak langsung, menabung dapat membantu anda mengetahui tentang priorotas dalam keuangan.

Memulai aktivitas menabung berperan penting dalam alur keuanga, terutama bagi anda yang baru saja bekerja dan pertama kali memiliki penghasilan. Kenyataan, menabung tidak selalu menjadi kebiasaan yang mudah untuk setiap orang walaupun sudah mengetahui banyak manfaatnya untuk masa depan. Hal ini akan menjadi lebih sulit jika anda tidak mulai membiasakan cara menabung yang benar.

Menabung tidak hanya tentang berapa banyak uang yang anda sisihkan. Lebih dari itum menabung adalah tentang membentuk kebiasaan yang terus-menerus. Kata kuncinya adalah konsistensi

Cara Menabung Menurut Pakar Keuangan

Tidak ada kata terlambat untuk menabung, walaupun artinya semakin anda menunda waktu untuk menabung maka semakin besar nominal yang harus dialokasikan. Agar rajin menabung dan menjadikan kebiasaan ini sebagai bagian dari gaya hidup, konsistensi adalah kata kuncinya. Bagi anda yang baru ingin memulai, gunakan cara-cara berikut ini yang bersumber langsung dari pakar keuangan :

1. Mengatur Automatic Debit ke Rekening Tabungan

Farnoosh Torabi, seorang penulis dan ahli keuangan menunjukan bahwa menabung dengan transfer otomatis adalah cara yang paling efektif. Torabi merekomendasikan setidaknya 10% dari gaji Anda sebaiknya ditransfer secara auto debet ke rekening tabungan. Dengan begitu, Anda tidak akan memiliki alasan lupa menabung. Hal ini juga menghindari Anda tergoda untuk membelanjakan pendapatan sebelum mengirimnya ke dalam tabungan.

Tetapkan jumlah transfer dan tanggal transfer secara konsisten yang langsung dialihkan ke rekening tabungan. Dengan menerapkan cara ini, Anda telah belajar untuk disiplin menabung dengan cara mudah.

2. Mulai dari Jumlah Kecil

Menurut Clark Howard, seorang pakar konsumen, menabung sebaiknya dimulai dari jumlah yang kecil terlebih dahulu namun rutin dilakukan. Tidak banyak orang yang bisa menabung dalam jumlah yang besar, oleh karena itu mulailah dari yang paling kecil.

Jika Anda belum terbiasa dengan alokasi tabungan adalah 20% dari gaji, bisa memulai dengan 2% dari gaji. Namun, pastikan bahwa persentasenya naik setiap bulan hingga mencapai minimal 20% dari gaji. Bahkan Howard menyatakan bahwa first jobber harusnya mampu untuk hidup dari setengah gaji karena belum memiliki banyak tanggungan dan pengeluaran.

3. Membuat Rekening Khusus

Ligwina Hananto, seorang perencana keuangan, menegaskan pentingnya memisahkan rekening simpanan dengan rekening harian. Dengan memisahkan rekening tabungan, Anda telah menyelamatkan uang untuk dipakai dalam keadaan darurat di kemudian hari.

Anda dapat memilih jenis rekening yang khusus hanya untuk tabungan. Dengan menggunakan rekening khusus tabungan, banyak kemudahan dan keuntungan yang dirasakan. Salah satunya adalah setoran awal yang ringan dan bebas biaya administrasi bulanan.

4. Menetapkan Tujuan

Ligwina menjelaskan bahwa menyisihkan uang tanpa tujuan adalah hal yang mudah dilakukan. Jangan hanya menyisihkan uang saja, namun tentukan tujuan Anda dalam menabung. Mulai menabung untuk hal-hal yang Anda sukai terlebih dahulu. Misalnya untuk pergi travelling, ibadah haji, atau untuk membeli sesuatu. Saat kebiasaan menabung telah berhasil terbentuk, akan lebih mudah menetapkan tujuan.

Tujuan membuat strategi menabung Anda semakin jelas dan terarah. Anda dapat membuat tujuan menabung jangka pendek dan jangka panjang. Ketika tujuan sudah terbentuk anda tinggal menyesuaikan dengan jenis tabungan, misalnya saja untuk tujuan menabung dana pendidikan anak.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments