Fenomena Pantai Menyala Biru

 

Fenomena Pantai Menyala Biru

Fenomena Pantai Menyala Biru – Alam memberikan banyak persembahan yang sangat indah dan menarik. Salah satunya, frnomena air lau becahaya biru atau bisa mengenalnya dengan sebutan bioluminescence, yaitu peristiwa yang terjadi ketika makhluk hidup mengalami sebuah reaksi kimia tertentu yang mampu menghasilkan emisi cahaya.

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : alex-bootlegger

Peristiwa ini membuat sebagian laut bersinar berwarna biru. Mereka melakukannya baik untuk menarik pasangan dan sebagai tanda-tanda stres karena hal sederhana misalnya ombak. Bioluminenscence ditemukan pada makhluk hidup seperti Chepalopoda, copepod, ostracoda, amphipoda, euphausida, beberapa jenis ikan, annelida, plankton dan ubur-ubur. Jika menemukan fenomena daratan pada jenis serangga seperti kunang-kunang, ulat (glow-worm), kumbang, dan beberapa jenis diptera.

Fenomena Glow in the dark ini pernah terjadi pada berbagai lautan dunia, seperti Laut Tiongkok Timur. Berasal dari fitopplankton laut bernama dinoflagellata ternyata berbahaya karena makhluk kecil itu beracun sehingga ekosistem laut semakin terancam. Pada Falmoth, Jamaika hal yang sama terjadi. Tetapi dinoflagellates tersebut memiliki keuntungan anti penuaan untuk mereka yang berenang (hanya untuk wanita menurut kepercayaan setempat).

Sedangkan pada kawasan pantai pesisir utara, pesisir barat, Lampung, terjadi fenomena air laut berbusa dan bercahaya biru. Menurut kolaborasi penelitian FKPA dan BBPBL Lampung, fenomena ini karena blooming plankton yang tidak  beracun.

Penyebab Air Menyala

Fenomena bioluminescence ini pernah terjadi bertempat pada pantai Lampung, salah satunya Lampung pada 29 Desember 2019 lalu.

Berdasarkan hasil penelitian tim ahli Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, fenomena Lampung ini berasal dari plankton Gonyaulax sp. yang merupakan salah satu HABs species.

Pada kejadian lain Indonesia, Pringgenies melaporkan sumber cahaya pada cumi-cumi yang terisolasi dari laut Jepara dan berdasarkan studi histologi bahwa cumi-cumi memiliki sepasang organ cahaya yang menempel pada dorso-lateral kantung tinta.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments

Pengertian

Air laut yang menyala biru itu adalah fenomena Bioluminescense. Fenomena unik dan jarang terjadi ini memicu adanya suatu reaksi kimia oleh makhluk hidup yang dapat mengeluarkan cahaya dari tubuh mereka. Senyawa Luciferin yang terdapat pada organisme dapat mengalami reaksi oleh enzim Luciferase sehingga menghasilkan air biru khas yang hanya bertahan hingga 100 millisecond. Bioluminescence sebagai bentuk pertahanan mikroorganisme terhadap predator.

Daftar Pantai Yang Menyala

Sementara itu menemukan fenomena bioluminesensi pada berbagai tempat. Yang paling umum pada perairan. Biasanya pantai-pantai tempat terjadinya fenomena bioluminesensi sekaligus menjadi daya tarik wisata. Pantai seperti ini bisa menjumpainya pada berbagai belahan dunia :

1. Puerto Mosquito, Puerto Rico

Teluk Mosquito yang ada pada Pulau Vieques, Kepulauan Karibia adalah lokasi tempat terjadinya fenomena bioluminesensi yang paling terkenal. Pancaran cahaya pada antara air laut banyak yang menyebut yang terindah jika membandingkannya dengan pantai-pantai lain yang juga menawarkan pesona keunikan bioluminesensi.

2. Pulau Vaadhoo, Maladewa

Vaadhoo adalah sebuah pulau yang nyaris tak berpenghuni di Raa Atoll, Maladewa. Populasi total pulau itu hanya sekitar 500 pada tahun 2007. Tetapi keunikan alamnya yang menakjubkan berhasil menyedot turis untuk berdatangan ke sana. Cahaya biru yang tampak seolah berkelap-kelip pada pantai itu bersumber dari mikroba laut, yaitu fitoplankton yang sebagian besar adalah spesies dinoflagellata.

3. Teluk Tomaya, Jepang

Teluk ini memisahkan Prefektur Toyama dan Ishikawa. Fenomena bioluminesensi yang ada pada Teluk Toyama, Jepang memang cukup unik. Jika sebagian besar penyebab fenomena pantai ‘bercahaya’ karena dinoflagellata, pantai ini bercahaya cahaya biru pada sepanjang pesisirnya karena Watasenia scintillans, sejenis cumi-cumi yang tubuhnya bisa menghasilkan pendaran cahaya.

4. Marlin Marina, Australia

Cairns merupakan sebuah kota yang terletak pada bagian timur laut Queensland, Australia. Saat malam tiba, Marlin Marina, pantai kota itu juga menawarkan pemandangan air berpendar biru yang cantik. Penyebab Fenomena bioluminesensi pada Marlin Marina juga karena jutaan plankton dinoflagellata yang jumlahnya terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.

5. Teluk Mission, Amerika Serikat

Teluk Mission berada pada kawasan San Diego, California. Penyebab Fenomena bioluminesensi pada teluk ini karena ganggang tertentu. Ganggang yang ada sebenarnya tidak beracun, hanya mengandung amonia dengan kadar yang sangat tinggi.