Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi – Jika daratan ada banyak sekali hewan pemangsa seperti, harimau, serigala dan juga singa, laut juga terdapat predator yang tak kalah ganas dan juga menyeramkan. Salah satu predator bawah laut adalah Ikan Hiu. Yang merupakan spesies ikan yang telah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Ikan hiu mengalami evolusi ataupun perubahan dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan diri.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments

Meskipun ada hewan yang memiliki ukuran tubuh yang lebih besar yakni paus, namun mamalia laut ini tidaklah segarang dan sangar dari Hiu. Ikan hiu sendiri mampu dengan mudah mencabik-cabik bahkan memangsa berbagai hewan laut lainnya termasuk Paus. Namun ada juga ikan hiu yang sudah hampir punah.

Maraknya penangkapan hiu ilegal, selain itu kondisi spesies ikan hiu di dunia semakin kritis. Salah satu jenis ikan hiu yg sering kita dengar yaitu HIU PAUS. Saat ini sudah masuk dalam daftar merah menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources). Oleh karena hal tersebut pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mengeluarkan surat keputusan mengenai jenis jenis hiu yang dilindungi atau peredarannya diatur Convensi Internasional.

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Berikut adalah jenis hiu yang dilindungi dalam hukum :

baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : alex-bootlegger

1. Hiu Koboi

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018 telah menetapkan.

Dalam upaya perlindungan dan pelestarian terhadap hiu dan pari, pemerintah melalui Direktorat Konservasi dan Keanakaragaman Hayati Laut, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Perikanan dan Kelautan telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi dan Pengelolaan Hiu dan Pari 2016-2020. Adapun tujuan dari Rencana Aksi Nasional (RAN)

2. Hiu Lanjaman

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Menurut daftar International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), dari semua populasi hiu yang ada pada seluruh dunia, sebanyak 31 persen terancam dalam kepunahan.

Bentuk upaya perlindungan yang dilakukan Indonesia, Antaranya adalah dengan menerbitkan dokumen Non-Detriment Finding (NDF). Yaitu dokumen yang berisikan rekomendasi Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) terkait pembatasan perburuan hiu, salah satunya adalah Hiu Lanjaman atau hiu kejen di perairan Indonesia.

LIPI sendiri berperan sebagai pemegang otoritas keilmuan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).

3. Hiu Tikus

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Banyaknya perburuan Ikan Hiu Tikus (Alopias Ssp) di Indonesia saat ini karena permintaan pasar yang tinggi, khususnya dari luar negeri. Tingginya permintaan menyebabkan ikan jenis ini masuk ke dalam daftar Convention on International Trade in Endanger Species of Wild Fauna and Flora (CITES)  Appendiks II pada tahun 2016. Jika Ikan Hiu Tikus yang merupakan predator puncak pada rantai makanan pada laut ini sampai terancam punah, maka ekosistem laut akan mengalami kerusakan parah.

4. Hiu Paus

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga telah memberikan perlindungan penuh ikan hiu paus (Rhincodon typus) melalui surat Nomor.  2425/IPH.1/KS.02/X/2012 tanggal 12 Oktober 2012. Perihal Perlindungan Ikan Hiu Paus yang menyatakan bahwa ikan hiu paus sudah memenuhi kriteria sebagai ikan yang statusnya terlindungi secara penuh sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan

5. Hiu Martil

Jenis-jenis Ikan Hiu Yang Dilindungi

Pada CoP 16 CITES tahun 2013 jenis ini masuk dalam Apendix II CITES. Dan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.5 tahun 2018 telah menetapkan. Tentang Larangan Pengeluaran IKAN HIU KOBOI (Carcharhinus longimanus) dan HIU MARTIL (Sphyrna spp) dari wilayah negara RI keluar wilayah negara RI. Pada CoP 16 CITES tahun 2013. Jenis ini masuk dalam Apendix II CITES dan telah ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 5 tahun 2018.