Jenis-jenis Terumbu Karang

Jenis-jenis Terumbu Karang

Jenis-jenis Terumbu Karang – Indonesia adalah negara yang berbentuk kepulauan. Oleh karena itu, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki jumlah perairan yang luas. Memiliki banyak pulau serta perairan yang luas, membuat keanekaragaman hayati Indonesia sangat bervariasi. Regional Indo-Pasifik terbentang mulai dari Indonesia sampai ke Polinesia dan Australia lalu ke bagian barat ialah Samudra Pasifik sampai Afrika Timur. Regional ini merupakan bentangan terumbu karang yang terbesar dan terkaya dalam hal jumlah spesies karang, ikan, dan moluska.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments

Terumbu karang adalah salah satu makhluk hidup yang berada pada dasar laut. Selain itu, terumbu karang berfungsi sebagai habitat bagi tumbuhan laut, hewan laut, maupun mikrorganisme. Seperti halnya pada tumbuhan, terumbu karang juga melakukan fotosintesis dan mengeluarkan oksigen.

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga (zooxanthellae). Terumbu karang termasuk dalam jenis filum cnidaria jenis Anthozoa yang memiliki terntakel. Namun jenis Anthozoa tersebut terdiri dari dua yaitu Hexacorallia (zoantharia) dan Octocorallia, yang membedakan keduanya secara asal usul.

Jenis-jenis Terumbu Karang

Jenis-jenis terumbu karang di bedakan menjadi 4, yaitu berdasarkan tipenya, berdasarkan bentuk dan tempat tumbuhnya, berdasarkan letaknya, dan berdasarkan zonasinya sebagai berikut :

1. Berdasarkan Tipe

Pembagian terumbu karang berdasarkan tipenya menjadi dua, yaitu terumbu karang bertipe lunak dan terumbu karang bertipe keras.

  • Lunak: jenis terumbu karang ini adalah terumbu karang yang tumbuh di sepanjang pantai. Jenis terumbu ini tidak membentuk karang, dan cenderung subur karena mendapatkan sinar matahari yang cukup.
  • Keras: jenis terumbu ini adalaj terumbu karang yang membentuk batuan kapur di dalam laut. Jenis terumbu ini sangat rapuh dan rentan pada perubahan iklim. Terumbu karang ini adalah pembentuk utama ekosistem terumbu karang.

2. Berdasarkan Bentuk Dan Tempat Tumbuh

Terumbu karang jenis ini, terbagi menjadi 4 jenis, yaitu

  • Terumbu: terumbu adalah endapan dari batuan kapur. Endapan ini berbetuk seperti punggung laut yang menjadi salah satu pembentuk ekosistem pesisir.
  • Karang: karang adalah biota laut yang memiliki peran dalam pembentukan terumbu. Bentuk karang beruas- ruas seperti bambu.
  • Karang terumbu: karang terumbu adalah karang lunak yang tidak menghsilkan kapur. Karang terumbu banyak di jumpai di daerah pesisir pantai.
  • Terumbu karang: terumbu karang adalah ekosistem di dalam laut, yang pembuatan akibat adanya simbiosis antara hewan dan tumbuhan laut.

3. Berdasarkan Letaknya

Terumbu karang berdasarkan letaknya di bedakan menjadi 4, yaitu:

  • Terumbu Karang Tepi: terumbu ini adalah terumbu yang paling banyak ditemukan disekitar pesisir pantai. Terumbu ini bisa hidup hingga kedalaman 40 m. Terumbu ini berbentuk melingkar ke arah lautan lepas. Terumbu ini banyak ditemukan di Bunaken, Pulau Panaitan, dan Nusa Dua Bali.
  • Terumbu Karang Penghalang: Terumbu ini hampir sama dengan terumbu karang tepi. Hanya saja, terumbu ini letaknya jauh dari pesisir. Terumbu ini dapat tumbuh hingga kedalaman 75 m. Terumbu ini banyak ditemukan di Kepulauan Riau, Sulawesi Selatan, Kepulauan Banggai Sulawesi Tenggara.
  • Terumbu Karang Cincin: terumbu karang ini bebentu seperti cincin. Terumbu ini banyak ditemukan di sekitar samudra atlantik.
  • Terumbu Karang Datar: terumbu ini adalah terumbu karang yang membentuk pulau- pulau. Terumbu karang ini, tumbuh dari dasar laut menuju permukaan laut. Terumbu karang ini banyak ditemukan di Kepulauan Seribu dan Kepulauan Ujung Batu Aceh.

4. Berdasarkan Zonasi

Terumbu karang berdasarkan zonasi dibagi menjadi 2, yaitu yang menghadap ke arah angin, dan membelakangi angin.

  • Terumbu yang menghadap ke angin: terumbu ini adalah terumbu yang lerengnya mengarah ke lautan lepas. Terumbu ini bisa hidup hingga kedalaman 50 m dan cenderung subur. Terumbu karang ini juga bisa disebut dengan pamatang alga.
  • Terumbu yang membelakangi angin: terumbu ini adalah terumbu yang umumnya bersifat keras. Namun bisa menemukannya pada kedalaman laut kurang dari 50 m. Bentuk terumbu ini seperti hampatan karang yang sempit.

Baca juga informasi dan artikel menarik lainnya di : alex-bootlegger