Naga Biru Laut yang Mematikan

Naga Biru Laut yang Mematikan

Naga Biru Laut yang Mematikan – Banyak yang bilang naga cuma legenda belaka, tapi ada nag alaut biru atau blue dragon yang nyata dan berbahaya. Blue dragon tidak seseram namanya, berbentuk lucu dan memiliki warna cantik.

Blue glaucus yang juga bisa menyebutnya naga biru yang termasuk dalam golongan jenis siput, merupakan spesies siput laut berwarna ceah atau nudibranch. Hewan ini dapat ditemukan pada seluruh samudra Atlantikm Pasifik, Hindia, dan pada perairan yang beriklim tropis. Hewan dengan nama latinn Glaucus Atlaticus ini hanya memiliki ukuran sekitar tiga sentimeter saja.

Baca informasi dan artikel menarik lainnya di : alex-bootlegger

Nama umum untuk siput cantik ini adalah Blue Dragon, Blue Glaucus, Blue Sea Slug, Blue Ocean Slug, dan Sea Walet. Glaucus Atlanticus adalah karnivora dan memangsa organisme pelagis lain yang lebih besar seperti Ubur-ubur Portugis yang berbisa, Kancing Biru (porpita), dan Siput Ungu.

Ukuran rata-rata ketika dewasa adalah 3-4cm. Kemampuan mengambang blue dragon berkat kantung berisi gas yang terletak pada perutnya. Karena lokasinya, kantung ini menyebabkan siput mengapung terbalik memperlihatkan kaki biru putihnya ke permukaan air, dan permukaan punggung abu-abu perak menghadap ke bawah air.

Artikel ini di dukung oleh : oddstruments

Fakta Menarik

1. Kanibal

Walau berukuran mungil, blue glaucus adalah seekor karnivora. Yang menjadi makanan mereka adalah hewan-hewan air yang terkenal memiliki sengat ataupun racun dan berukuran lebih besar dari mereka. Tidak tertutup kemungkinan mereka akan memakan sesama blue glaucus jika ada kesempatan.

Salah satu jenis hewan yang menjadi menu mereka adalah Portuguese man o’ war atau yang juga ubur-ubur botol biru. Ubur-ubur botol biru adalah hewan laut yang terkenal dengan sengatannya yang menyakitkan. Hewan lain yang ada dalam daftar menu naga biru ini adalah siput laut ungu, jelly kancing biru, dan velella.

2. Mencuri Racun dari Mangsa

Walau memangsa hewan-hewan penyengat dan beracun, blue glaucus sendiri bukanlah hewan yang memiliki racun. Tubuh mereka tidak menghasilkan racun sendiri, tetapi “mencuri” sengat atau racun dari hewan lain. Untuk melumpuhkan mangsanya, hewan ini menggunakan sengat hasil “curian” tersebut, dengan dosis ataupun intensitas yang jauh lebih kuat dari milik mangsanya.

Tentu mangsanya akan berusaha menyerang blue glaucus dengan sengatan atau racun mereka, tetapi naga biru ini kebal terhadap sengat dan racun. Namun memperoleh kekebalan terhadap racun blue glaucus dari hard disc yang ada di bawah kulitnya, yang dikelilingi oleh lapisan lendir.

3. Makhluk yang Berbahaya

Sayangnya bentuk yang mirip makhluk fantasi membuat siapapun penasaran dan ingin menyentuhnya. Akan tetapi menyentuh blue glaucus adalah hal yang harus dihindari, terutama dengan tangan kosong. Hewan ini memang tidak memiliki racun sendiri, tetapi perlu diingat bahwa ia menyimpan banyak sekali racun pada tubuhnya yang diperoleh dari mangsanya.

Jika menyentuh hewan ini, seseorang akan mengalami iritasi yang parah, karena banyaknya racun yang terkandung. Seseorang yang tersengat blue glauculus dapat merasakan mual, nyeri, muntah, dermatitis akut, dan hiperpigmentasi pasca inflamasi.