Rudal Rusia Kembali Menggempur Ukraina, Uraa!

Rudal Rusia Kembali Menggempur Ukraina, Uraa!

Rudal Rusia Kembali Menggempur Ukraina, Uraa!

Rudal Rusia Kembali Menggempur Ukraina, Uraa! – Ketika incasi skala penuh Rusia ke Ukraina memasuki bulan kelima, gubernur regional melaporkan serangan pangkalan militer pada wilayah Lcic barat Ukraina, Zhytomyr barat Kyic, dan Chernihiv barat laut ibukota

Ukraina pada Sabtu (25/06/2022) kembali melaporkan penyerangan besar-besaran dari arah Balarus, negara tetangga mereka yang merupakan sekutu Rusia. Serangan dari Belarus dalam lanjutan perang ini terjadi sehari setelah pasukan Kyiv mengumumkan mundur dai kota strategis Severodonetsk.

Baca juga artikel dan berita menarik lainnya di : alex-bootlegger

Laporan awal tidak menunjukan bahwa ada banyak korban, tetapi Mykhailo Podolyak, seorang penasihat dalam pemerintahan presiden Ukraina Colodymyr Zelenskyy, mengatakan sasaran sipil telah terkena. Para pejabat mengatakan pertahanan darat ke udara dapat mencegah beberapa rudal. Klain militer Ukraina dan Rusia tidak dapat terverifikasi sevara independen.

Sebanyak 57 rudal menghantam desa Desna di wilayah Chernic Ukraina Utara, menurut komando militer Ukraina Utara. Ia menambahkan bahwa sejumlah infrastruktur terkena tembak, tetapi belum ada laporan korban jiwa atau terluka. Rusia sebelumnya telah menembakan rudal ke Iskander dari Belarusia yang bersekutu dengan Kremlin, dan intelejen militer Ukraina mengatakan serangan hari Sabtu semuanya ditembakan dari wilayah Belarusia. Itu termasuk 12 rudal jelajah oleh pembom Rusia dari wilayah udara Minsk, pertama kali ini terjadi menurut Kiev.

Belarus adalah penyedia logistik ke Moskwa sejak incasi ke Ukraina pada 24 Februari, terutama dalam beberapa minggu pertama perang Rusia dan Ukraina.

Rusia untuk kesekian kalinya kembali menguasai sejumlah wilayah di Ukraina. Kali ini, Kremlin mengambil alih Severodonetsk, kota wilayah timur Ukraina setelah pertempuran selama berminggu-minggu. Kemenangan ini menjadi titik krusial dalam strategi kemenangan Rusia. Apalagi pada Jumat lalu, militer Ukraina terpaksa mundur ke garis perbatasan di Lysychansk, kota dekat Severodonetsk setelah kalah persenjataan.

Beberapa jam sebelum pernyataan itu menyampaikan bahwa pasukannya dan sekutu telah memasuki wilayah Lysychansk yang tepat berada di sebrang sungai Severodonetsk.

Pemicu Peperangan Rusia vs Ukraina

Tahun 1991

Uni Soviet dan Pakta Warsawa bubar. Di tahun yang sama, Ukraina memberikan suara untuk memerdekakan diri dari Uni Soviet dalam sebuah referendum. Presiden Rusia Boris Yeltsin pada tahun itu, menyetujui hal tersebut. Selanjutnya Rusia, Ukraina dan Belarusia membentuk Commonwealth of Independent States (CIS).

Namun perpecahan terjadi. Ukraina menganggap bahwa CIS adalah upaya Rusia untuk mengendalikan negara-negara di bawah Kekaisaran Rusia dan Uni Soviet.

Tahun 1997

Pada bulan Mei Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian persahabatan. Hal tersebut adalah upaya untuk menyelesaikan ketidaksepakatan.

Rusia diizinkan untuk mempertahankan kepemilikan mayoritas kapal di armada Laut Hitam yang berbasis di Krimea Ukraina. Rusia pun harus membayar Ukraina biaya sewa karena menggunakan Pelabuhan Sevastopol.

Memanas Pada Akhir Tahun 2021

Isu serangan bergulir sejak November 2021. Sebuah citra satelit menunjukkan penumpukan baru pasukan Rusia di perbatasan dengan Ukraina.

Moskow diyakini Barat memobilisasi 100.000 tentara bersama dengan tank dan perangkat keras militer lainnya. Intelijen Barat menyebut Rusia akan menyerang Ukraina.

Di Desember, pemimpin dunia seperti Presiden AS Joe Biden memperingatkan Rusia tentang sanksi ekonomi Barat jika menyerang Ukraina karena laporan yang semakin intens soal militer di perbatasan. Sejumlah pemimpin Eropa seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga “turun gunung” menginisiasi negosiasi antara keduanya.

Di sisi lain, Rusia juga mulai melakukan latihan militer besar-besaran sejak awal Januari 2022. Semua angkatan laut dikerahkan. Latihan ini juga dilakukan di darat. Rusia bekerja sama dengan Belarusia, tetangga dekat sekaligus sekutunya.